Polisi Ringkus Kawanan Pelaku Hipnotis
17 Juni 2014 | 19:50 wib
Anggota Satlantas Polres Purbalingga menminta keterangan dari dua pelaku hipnotis (berjajar) dan korban (baju kuning) yang ditangkap di bus, Selasa (17/6). (suaramerdeka.com/Ryan Rachman)
PURBALINGGA, suaramerdeka.com - Polisi berhasil menangkap kawanan pelaku hipnotis, Selasa (17/6) setelah dikejar di bus jurusan Purwokerto-Pemalang. Kedua tersangka yaitu Nursalim (72) warga Desa Ngadisari, Kecamatan Kalikajar, Wonosobo dan Edy Salam (59) warga Desa Pingit, Kecamatan Rakit, Banjarnegara. Keduanya diduga melakukan hipnotis kepada penumpang bus, Kasmidi, warga Desa Bungkanel, Kecamatan Karanganyar, Purbalingga.
Menurut korban, saat itu ia sedang naik bus dari Bobotsari menuju Purbalingga. Tiba-tiba ia didatangi oleh dua orang dan diajak ngobrol. Tanpa sadar, ia menyerahkan sejumlah uang kepada kedua orang asing tersebut.
Begitu ia sadar, ia turun di perempatan Sirongge, Purbalingga dan melaporkan kejadian tersebut kepada petugas di pos lalu lintas Sirongge. Dua anggota Patroli dan Pengawalan (Patwal) Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Purbalingga, Brigadir Aji Atmoko dan Briptu Daryono lalu mengejar bus yang dinaiki oleh korban.
Setelah menghentikan bus, petugas lalu memeriksa para penumpang. Dari mereka akhirnya dua pelaku hipnotis, Edy Salam dan Nursalim, berhasil ditangkap dan diamankan.
Kepala Satlantas Polres Purbalingga, Ajun Komisaris Margono mengatakan, dari tangan tersangka, polisi mendapati barang bukti berupa uang sebesar Rp 450.000 dan satu kantong palstik berisi bunga. Kedua tersangka lalu diserahkan ke anggota Satuan Reserse dan Kriminal (Satreskrim) Polres Purbalingga untuk diproses lebih lanjut.
Kepala Satreskrim Polres Purbalingga, Ajun Komisaris Sarji mengatakan, kedua tersangka dijerat dengan Pasal 378 KUHP tentang penipuan dengan ancaman penjara maksimal empat tahun.
( Ryan Rachman / CN38 / SMNetwork )
http://www.suaramerdeka.com/v1/index.php/read/news/2014/06/17/206197/Polisi-Ringkus-Kawanan-Pelaku-Hipnotis
Berikut adalah kliping bertema hipnosis (atau yang lebih dikenal masyarakat : hipnotis). Dari tayangan hipnosis di TV hingga berita kejahatan yang mengatasnamakan "hipnosis". Beberapa kesalahpahaman perlu diluruskan terkait kejahatan yang mengatasnamakan hipnosis. Apapun itu, hipnosis sendiri punya potensi positif yang luar biasa bermanfaat jika digunakan secara benar.
Made Teddy Artiana
Praktisi NLP (Neuro Linguistic Programming), Yoga & Hypnotherapy
Selasa, 30 September 2014
Waspada hipnotis lewat kenalan FB, sudah ada korban Rp34 juta
Waspada hipnotis lewat kenalan FB, sudah ada korban Rp34 juta
Facebook kriminalitas hipnotis
RIAU,BB – Waspadalah terhadap setiap kenalan baru di situs Facebook. Hipnotis lewat kenalan FB, sudah menelan korban. Pasalnya seorang ibu muda kehilangan uang sebesar Rp34 juta lantaran secara tak sadar mengirim ke teman FB.
Rahmah Yulis (32), warga Kabupaten Meranti, Riau ini mengaku secara tak sadar telah menggelontorkan uang sejumlah Rp 34 juta ke teman FB-nya. Setelah menjadi teman di FB, ibu muda ini ditelpon akun Facebook dengan oknum yang mengaku anggota Polri, Briptu Kelvin Saputra sejak Februari 2014. Sejak itulah Rahmah menjalin komunikasi. Namun setelah melakukan transfer sebanyak tujuh kali, ia kemudian sadar.
“Korban mengaku merasa dihipnotis. Dia sadar ketika baru-baru ini suaminya yang bekerja di Malaysia meneleponnya. Saat itu dia baru sadar kalau dia jadi korban penipuan. Itu pengakuan korban,” Kapolres Kepulauan Meranti AKBP Z Pandra Arsyad Minggu 14 April 2014.
Polisi kini menyelidiki kasus penipuan lewat kenalan FB ini. “Kita masih mendalami atas pengaduan korban ini. Kita juga merasa aneh, kenapa sampai beberapa kali transaksi baru sadar jadi korban penipuan,”lanjutnya.
Laporan: cr19/Jhe/
http://beritabulukumba.com/12622/waspada-hipnotis-lewat-kenalan-fb-sudah-ada-korban-rp34-juta
Facebook kriminalitas hipnotis
RIAU,BB – Waspadalah terhadap setiap kenalan baru di situs Facebook. Hipnotis lewat kenalan FB, sudah menelan korban. Pasalnya seorang ibu muda kehilangan uang sebesar Rp34 juta lantaran secara tak sadar mengirim ke teman FB.
Rahmah Yulis (32), warga Kabupaten Meranti, Riau ini mengaku secara tak sadar telah menggelontorkan uang sejumlah Rp 34 juta ke teman FB-nya. Setelah menjadi teman di FB, ibu muda ini ditelpon akun Facebook dengan oknum yang mengaku anggota Polri, Briptu Kelvin Saputra sejak Februari 2014. Sejak itulah Rahmah menjalin komunikasi. Namun setelah melakukan transfer sebanyak tujuh kali, ia kemudian sadar.
“Korban mengaku merasa dihipnotis. Dia sadar ketika baru-baru ini suaminya yang bekerja di Malaysia meneleponnya. Saat itu dia baru sadar kalau dia jadi korban penipuan. Itu pengakuan korban,” Kapolres Kepulauan Meranti AKBP Z Pandra Arsyad Minggu 14 April 2014.
Polisi kini menyelidiki kasus penipuan lewat kenalan FB ini. “Kita masih mendalami atas pengaduan korban ini. Kita juga merasa aneh, kenapa sampai beberapa kali transaksi baru sadar jadi korban penipuan,”lanjutnya.
Laporan: cr19/Jhe/
http://beritabulukumba.com/12622/waspada-hipnotis-lewat-kenalan-fb-sudah-ada-korban-rp34-juta
Polisi Bekuk 2 Pelaku Hipnotis Asal Bengkulu
Polisi Bekuk 2 Pelaku Hipnotis Asal Bengkulu
Posted by: Redaksi02/07/2014
CURUP (Radar Utara Online) – Aparat Polres Rejang Lebong berhasil membekuk 2 pelaku perampasan dengan modus hipnotis yang diduga kerap beraksi di Kota Curup saat bulan suci ramadan, HE, 42 tahun dan YU, 30 tahunwarga Kota Bengkulu tidak dapat berkutik lantaran berhasil ditangkap setelah melakukan aksi hipnotis pada dua pensiunan PNS RL yaitu Abdulah, 72 tahun, warga Talang Benih dan Kartoid, 71 tahun, warga Kesambe Lama Kecamatan Curup, Selasa (1/7), sekitar pukul 12.00 WIB. Bersama pelaku, polisi juga mengamankan mobil rental Daihatsu jenis Xenia nopol BG 1459 AH dan uang tunai senilai Rp 1 juta yang diduga merupakan hasil pelaku menghipnotis korban-korbannya.
Kapolres RL, AKBP Edi Suroso SH melalui Paur Humas, Aiptu Tri Sumarsono membenarkan penangkapan kedua terduga pelaku hipnotis tersebut. Diduga kuat, pelaku merupakan pelaku yang kerap beraksi saat bulan suci ramadan tahun 2013 lalu.
“Saat ini, kedua pelaku sudah kita amankan, mereka ini merupakan komplotan hipnotis musiman, yang beraksi hanya saat momen tertentu seperti pada bulan suci ramadan, kuat dugaan, mereka juga terlbat dalam berbagai kejadian hipnotis yang terjadi pada bulan suci ramadhan tahun lalu di RL,” ungkapnya.
Diceritakan Tri Sumartono, awal penangkapan kawanan pelaku hipnotis ini ialah berawal dari laporan 2 orang pensiunan yang menjadi korban hipnotis. Sesuai laporan, peristiwa bermula saat pelaku menghampiri Abdullah yang baru usai mengambil gaji pensiun di Kantor Pos Curup. Pelaku, berpura-pura menawarkan jasa untuk mengantar kakek tersebut ke rumah. Korban yang tidak menyangka sudah jadi incaran pelaku lantas menurut dan ikut ke dalam mobil pelaku. Di tengah perjalanan, pelaku kembali bertemu dengan korban lain yaitu Kartoid yang juga dilakukan modus serupa diajak masuk kedalam mobil dan akan diantar ke rumah. Namun setelah keduanya naik, di tengah perjalanan salah satu pelaku terus mengajak korban ngobrol.
Tanpa disadari, pelaku telah mengambil sejumlah uang yang berada di saku baju korban. Kemudian setelah berhasil mengambil uang yang inginkan, korban kemudian diturunkan di rumahnya. Korban sendiri baru menyadari kalau uangnya telah habis setelah beberapa menit dirumah dan tidak menemukan uangnya kembali yang sebelumnya disimpan di dalam kantong. Mujurnya, salah satu korban yang masih mengingat wajah pelaku cepat melapor ke Polres RL dan langsung dibawa keliling oleh jajaran Polres RL untuk mencari kawanan tersebut. Alhasil gerak cepat petugas kepolisian dibantu warga berhasil membekuk pelaku.
“Pelaku tidak dapat berkutik, setelah kita pertemukan dengan korban, dimana saat ini mereka masih menjalani pemeriksaan, guna untuk pengembangan kemungkinan keterlibatan mereka pada kejadian hipnotis tahun lalu,” demikian Tri. (san)
https://www.google.co.id/search?q=hipnotis+berita&biw=1364&bih=707&ei=Q4ArVLjxHYXIuASHyoLoDw&start=10&sa=N&cad=cbv&sei=Lo0rVPWnNtPkuQSQ4YLoBw#q=hipnotis+berita&start=30
Posted by: Redaksi02/07/2014
CURUP (Radar Utara Online) – Aparat Polres Rejang Lebong berhasil membekuk 2 pelaku perampasan dengan modus hipnotis yang diduga kerap beraksi di Kota Curup saat bulan suci ramadan, HE, 42 tahun dan YU, 30 tahunwarga Kota Bengkulu tidak dapat berkutik lantaran berhasil ditangkap setelah melakukan aksi hipnotis pada dua pensiunan PNS RL yaitu Abdulah, 72 tahun, warga Talang Benih dan Kartoid, 71 tahun, warga Kesambe Lama Kecamatan Curup, Selasa (1/7), sekitar pukul 12.00 WIB. Bersama pelaku, polisi juga mengamankan mobil rental Daihatsu jenis Xenia nopol BG 1459 AH dan uang tunai senilai Rp 1 juta yang diduga merupakan hasil pelaku menghipnotis korban-korbannya.
Kapolres RL, AKBP Edi Suroso SH melalui Paur Humas, Aiptu Tri Sumarsono membenarkan penangkapan kedua terduga pelaku hipnotis tersebut. Diduga kuat, pelaku merupakan pelaku yang kerap beraksi saat bulan suci ramadan tahun 2013 lalu.
“Saat ini, kedua pelaku sudah kita amankan, mereka ini merupakan komplotan hipnotis musiman, yang beraksi hanya saat momen tertentu seperti pada bulan suci ramadan, kuat dugaan, mereka juga terlbat dalam berbagai kejadian hipnotis yang terjadi pada bulan suci ramadhan tahun lalu di RL,” ungkapnya.
Diceritakan Tri Sumartono, awal penangkapan kawanan pelaku hipnotis ini ialah berawal dari laporan 2 orang pensiunan yang menjadi korban hipnotis. Sesuai laporan, peristiwa bermula saat pelaku menghampiri Abdullah yang baru usai mengambil gaji pensiun di Kantor Pos Curup. Pelaku, berpura-pura menawarkan jasa untuk mengantar kakek tersebut ke rumah. Korban yang tidak menyangka sudah jadi incaran pelaku lantas menurut dan ikut ke dalam mobil pelaku. Di tengah perjalanan, pelaku kembali bertemu dengan korban lain yaitu Kartoid yang juga dilakukan modus serupa diajak masuk kedalam mobil dan akan diantar ke rumah. Namun setelah keduanya naik, di tengah perjalanan salah satu pelaku terus mengajak korban ngobrol.
Tanpa disadari, pelaku telah mengambil sejumlah uang yang berada di saku baju korban. Kemudian setelah berhasil mengambil uang yang inginkan, korban kemudian diturunkan di rumahnya. Korban sendiri baru menyadari kalau uangnya telah habis setelah beberapa menit dirumah dan tidak menemukan uangnya kembali yang sebelumnya disimpan di dalam kantong. Mujurnya, salah satu korban yang masih mengingat wajah pelaku cepat melapor ke Polres RL dan langsung dibawa keliling oleh jajaran Polres RL untuk mencari kawanan tersebut. Alhasil gerak cepat petugas kepolisian dibantu warga berhasil membekuk pelaku.
“Pelaku tidak dapat berkutik, setelah kita pertemukan dengan korban, dimana saat ini mereka masih menjalani pemeriksaan, guna untuk pengembangan kemungkinan keterlibatan mereka pada kejadian hipnotis tahun lalu,” demikian Tri. (san)
https://www.google.co.id/search?q=hipnotis+berita&biw=1364&bih=707&ei=Q4ArVLjxHYXIuASHyoLoDw&start=10&sa=N&cad=cbv&sei=Lo0rVPWnNtPkuQSQ4YLoBw#q=hipnotis+berita&start=30
Poso Dua Warga Poso Ini Diduga Gunakan Ilmu Hipnotis
DUA WARGA POSO INI DIDUGA GUNAKAN ILMU HIPNOTIS
Tondano – Dua warga Tentena Poso yang diamankan Pemerintah Kecamatan Tondano Selatan masing-masing bernama Dedy Tengin Pombalea dan Maya Julianda Abraham diduga menggunakan ilmu hipnotis dalam menjalankan aksinya, Jumat (29/8/2014).
Pasalnya salah satu warga yang dikunjungi mengaku sempat merasa seperti pusing-pusing saat bercakap-cakap dengan kedua orang tak dikenal tersebut.
Poso Dua Warga Poso Ini Diduga Gunakan Ilmu Hipnotis
Maya dan Dedy (lingkaran merah) Sesaat Diamankan
Menurut Camat Tondano Selatan Robert Ratulangi, kedua orang yang sama sekali tidak memiliki identitas diri tersebut awalnya masuk ke rumah Keluarga Saumana Manampiring di Lingkungan 2 Kelurahan Tataaran Dua untuk menawarkan barang-barang keperluan dapur.
Namun lama kelamaan tuan rumah mulai curiga karena pertanyaan sudah seperti petugas sensus yang menanyakan berapa jumlah keluarga.
Sebaliknya, kecurigaan tuan rumah suda mulai terbaca oleh kedua orang tersebut. Namun saat hendak meninggalkan rumah melalui pintu belakang untuk beralih tempat, mereka keburu diamankan oleh Tim Terpadu yang terdiri dari unsur pemerintah dan Tripika Kecamatan Tondano Barat.
Setelah diinterogasi ditemukan bahwa meraka tidak memiliki dokumen kependudukan sama sekali.
Camat1 Dua Warga Poso Ini Diduga Gunakan Ilmu HipnotisCamat Tondano Selatan Robert Ratulangi
“Mereka kini sudah diserahkan kepada pihak Kepolisian Resor Minahasa guna penyelidikan lebih lanjut. Mengenai hasilnya bagaimana kita belum mengetahuinya. Namun yang jelas ini adalah sebuah prestasi berkat kerja sama antara masyarakat, pemerintah dan aparat keamanan di Kecamatan Tondano Barat. Ini dilakukan sebagai implementasi instruksi Bupati Minahasa terkait ancaman masuknya orang-orang yang diduga membawa ideologi/paham radikal di tanah Minahasa. Kegiatan Sidak ini akan terus dilakukan untuk memberikan rasa aman dan nyaman kepada masyarakat termasuk mahasiswa,” ujar Ratulangi. (frangkiwullur
http://beritamanado.com/dua-warga-poso-ini-diduga-gunakan-ilmu-hipnotis/
Tondano – Dua warga Tentena Poso yang diamankan Pemerintah Kecamatan Tondano Selatan masing-masing bernama Dedy Tengin Pombalea dan Maya Julianda Abraham diduga menggunakan ilmu hipnotis dalam menjalankan aksinya, Jumat (29/8/2014).
Pasalnya salah satu warga yang dikunjungi mengaku sempat merasa seperti pusing-pusing saat bercakap-cakap dengan kedua orang tak dikenal tersebut.
Poso Dua Warga Poso Ini Diduga Gunakan Ilmu Hipnotis
Maya dan Dedy (lingkaran merah) Sesaat Diamankan
Menurut Camat Tondano Selatan Robert Ratulangi, kedua orang yang sama sekali tidak memiliki identitas diri tersebut awalnya masuk ke rumah Keluarga Saumana Manampiring di Lingkungan 2 Kelurahan Tataaran Dua untuk menawarkan barang-barang keperluan dapur.
Namun lama kelamaan tuan rumah mulai curiga karena pertanyaan sudah seperti petugas sensus yang menanyakan berapa jumlah keluarga.
Sebaliknya, kecurigaan tuan rumah suda mulai terbaca oleh kedua orang tersebut. Namun saat hendak meninggalkan rumah melalui pintu belakang untuk beralih tempat, mereka keburu diamankan oleh Tim Terpadu yang terdiri dari unsur pemerintah dan Tripika Kecamatan Tondano Barat.
Setelah diinterogasi ditemukan bahwa meraka tidak memiliki dokumen kependudukan sama sekali.
Camat1 Dua Warga Poso Ini Diduga Gunakan Ilmu HipnotisCamat Tondano Selatan Robert Ratulangi
“Mereka kini sudah diserahkan kepada pihak Kepolisian Resor Minahasa guna penyelidikan lebih lanjut. Mengenai hasilnya bagaimana kita belum mengetahuinya. Namun yang jelas ini adalah sebuah prestasi berkat kerja sama antara masyarakat, pemerintah dan aparat keamanan di Kecamatan Tondano Barat. Ini dilakukan sebagai implementasi instruksi Bupati Minahasa terkait ancaman masuknya orang-orang yang diduga membawa ideologi/paham radikal di tanah Minahasa. Kegiatan Sidak ini akan terus dilakukan untuk memberikan rasa aman dan nyaman kepada masyarakat termasuk mahasiswa,” ujar Ratulangi. (frangkiwullur
http://beritamanado.com/dua-warga-poso-ini-diduga-gunakan-ilmu-hipnotis/
Sehari, Tiga Orang Jadi Korban Kejahatan Hipnotis
Sehari, Tiga Orang Jadi Korban Kejahatan Hipnotis
Senin, 1 September 2014 | 10:11 WIB
POLEWALI MANDAR, KOMPAS.com - Kawanan pelaku kejahatan gendam alias hipnotis beroperasi di wilayah Polewali Mandar, Sulawesi Barat untuk memperdaya warga yang lengah. Minggu (31/8/2014) kemarin, sedikitnya tiga warga mengaku jadi korban hipnotis.
Dua korban mengalaminya di Pasar Sentral Pekkabata dan Desa Tonyamang. Sedang satu korban lainnya berasal dari Campalagian. Modus dari tiga kejadian itu nyaris serupa. Mereka mengaku didatangi pengendara motor yang berpura-pura hendak membeli sesuatu, atau menanyakan alamat.
Saat korban tengah asik melayani percakapan itu, pelaku yang biasanya berboncengan dua orang, mulai memperdaya mangsanya hingga tak sadarkan diri. Nirma, warga Desa Tonyaman Polewali Mandar misalnya. Dia mengaku tak sadarkan diri saat didatangi dua pengendara motor yang mula-mulai bertanya alamat dan nama seseorang.
Saat ia melayani, percakapan panjang lebar dengan kedua pelaku, Nirma tiba-tiba seperti tak sadarkan diri dan mengikuti apa saja permintaan pelaku. Sebuah ponsel dan uang Rp 700 ribu dari laci jualannya pun raib dibawa pelaku.
Nirma baru merasa kehilangan beberapa mennit setelah kedua pelaku meninggalkan lokasi. “Saya tak sempat mencatat nomor polisi motornya karena saya seperti tidak sadar dan mau saja melayani pemrintana pelaku termasuk menyerahkan hp dnanuang,” ujar Nirma.
Kasus serupa juga menimpa Ridwan warga Kelurahan Pekkabata, Polewali Mandar. Sebuah ponsel dan sejumlah uang di dompetnya raib dibawa pelaku hipnotis tanpa ia sadari.
Awalnya, Ridwan didatangi dua pengendara motor yang menanyakan alamat. Saat itulah pelaku dan korban terlibat pembicaraan hingga korban terhipnotis dan tak sadarkan diri. Sejumlah uang dan sebuah ponsel raib dibawa kabur pelaku.
Kejadian yang tak jauh berbeda juga menimpa Yaya, warga Kecamatan Campalagian, Polewali Mandar ini dilaporkan tetangganya Cia, karena menjadi korban hipnotis, dua pelaku berboncengan motor.
Menurut Cia, mengutip penuturan Yaya tetangganya, Minggu kemarin tempat jualannya didatangi dua pengendara motor yang menanyakan sejumlah nama barang yang tak ada di warungnya. Saat itulah kedua pelaku dan korban terlibat percakapan.
Beberapa saat kemudian, Yaya tak sadarkan diri dan menurut mengikuti apa permintaan kedua pelaku termasuk menyerahkan ponsel dan uang hasil penjulan barang di warungnya.
Umumnya korban mengaku enggan melaporkan kasusnya ke polisi. Mereka berkilah tak tahu alamat dan tidak mengenal para pelaku. (*)
http://regional.kompas.com/read/2014/09/01/10114701/Sehari.Tiga.Orang.Jadi.Korban.Kejahatan.Hipnotis
Senin, 1 September 2014 | 10:11 WIB
POLEWALI MANDAR, KOMPAS.com - Kawanan pelaku kejahatan gendam alias hipnotis beroperasi di wilayah Polewali Mandar, Sulawesi Barat untuk memperdaya warga yang lengah. Minggu (31/8/2014) kemarin, sedikitnya tiga warga mengaku jadi korban hipnotis.
Dua korban mengalaminya di Pasar Sentral Pekkabata dan Desa Tonyamang. Sedang satu korban lainnya berasal dari Campalagian. Modus dari tiga kejadian itu nyaris serupa. Mereka mengaku didatangi pengendara motor yang berpura-pura hendak membeli sesuatu, atau menanyakan alamat.
Saat korban tengah asik melayani percakapan itu, pelaku yang biasanya berboncengan dua orang, mulai memperdaya mangsanya hingga tak sadarkan diri. Nirma, warga Desa Tonyaman Polewali Mandar misalnya. Dia mengaku tak sadarkan diri saat didatangi dua pengendara motor yang mula-mulai bertanya alamat dan nama seseorang.
Saat ia melayani, percakapan panjang lebar dengan kedua pelaku, Nirma tiba-tiba seperti tak sadarkan diri dan mengikuti apa saja permintaan pelaku. Sebuah ponsel dan uang Rp 700 ribu dari laci jualannya pun raib dibawa pelaku.
Nirma baru merasa kehilangan beberapa mennit setelah kedua pelaku meninggalkan lokasi. “Saya tak sempat mencatat nomor polisi motornya karena saya seperti tidak sadar dan mau saja melayani pemrintana pelaku termasuk menyerahkan hp dnanuang,” ujar Nirma.
Kasus serupa juga menimpa Ridwan warga Kelurahan Pekkabata, Polewali Mandar. Sebuah ponsel dan sejumlah uang di dompetnya raib dibawa pelaku hipnotis tanpa ia sadari.
Awalnya, Ridwan didatangi dua pengendara motor yang menanyakan alamat. Saat itulah pelaku dan korban terlibat pembicaraan hingga korban terhipnotis dan tak sadarkan diri. Sejumlah uang dan sebuah ponsel raib dibawa kabur pelaku.
Kejadian yang tak jauh berbeda juga menimpa Yaya, warga Kecamatan Campalagian, Polewali Mandar ini dilaporkan tetangganya Cia, karena menjadi korban hipnotis, dua pelaku berboncengan motor.
Menurut Cia, mengutip penuturan Yaya tetangganya, Minggu kemarin tempat jualannya didatangi dua pengendara motor yang menanyakan sejumlah nama barang yang tak ada di warungnya. Saat itulah kedua pelaku dan korban terlibat percakapan.
Beberapa saat kemudian, Yaya tak sadarkan diri dan menurut mengikuti apa permintaan kedua pelaku termasuk menyerahkan ponsel dan uang hasil penjulan barang di warungnya.
Umumnya korban mengaku enggan melaporkan kasusnya ke polisi. Mereka berkilah tak tahu alamat dan tidak mengenal para pelaku. (*)
http://regional.kompas.com/read/2014/09/01/10114701/Sehari.Tiga.Orang.Jadi.Korban.Kejahatan.Hipnotis
Modus Kejahatan Hipnotis di ATM
Modus Kejahatan Hipnotis di ATM
Modus Kejahatan Hipnotis di ATM- Hipnotis merupakan salah satu bentuk kejahatan yang marak muncul ditengah masyarakat baik lewat telpon, ucapan sentuhan dan berbagai macam cara yang dilakukan untuk menghipnotis orang lain ada salah satu modus lagi dari kejahatan di dunia nyata tentunya memakai hipnotis dan ini merupakan informasi yang sangat penting bagi anda yang menarik uangnya lewat ATM terdekat dari rumah anda.
Modus kejahatan ATM
Informasi ini langsung dari Group perbankan bahwa sekarang ada ulah dari penjahat yang menggunakan kejahatan memakai hipnotisnya di tempat orang mengambil uang atau di dekat ATM, Jangan percaya terhadap siapapun yang bertindak bahwa Barang Bawaan Anda ketinggalan di dekat mesin ATM padahal barang bawaan anda tidak ketinggalan di dalam ruangan tempat mengambil uang. Penjahat tersebut akan menghipnotis anda apabila anda mempercayai seseorang yang menanyakan tentang barang anda tadi dan disuruh untuk masuk kembali ke tempat mesin ATM tadi apabila anda percaya maka uang yang ada pada ATM anda akan ludes habis di bobol oleh Penghipnotis tadi. Usahakan anda berkata tidak dan langsung pergi meninggalkan ATM tadi.
Banyak kasus yang terkait dengan kejahatan memakai Hipnotis tersebut dengan sentuhan tangan pun seorang yang mau bertindak jahat akan mengancam anda dimanapun anda berada ushakan anda sebagai wanita yang glamor dan mempunyai banyak perhiasan jangan sekali kali anda memamerkan perhiasan anda yang banyak kepada orang lain karena hipnotis tersebut sekarang sudah marak dan hampir seluruh kejahatan menggunakan hipnotis ini seperti yang akan anda lihat di modus kejahatan dibawah ini melalui video youtube.
Banyak Modus kejahatan hipnotis lainnya yang belum dipaparkan dan kita perlu waspada dan berhati hati terhadap modus modus kejahatan dari Hipnotis untuk itu kita perlu melihat dan mempelajari bagaimana kita harus menangkal hipnotis tersebut dengan begitu kita tak akan mudah dan terpengaruh dari Modus kejahatan Hipnotis baik di ATM ataupun ditempat tempat lainnya (*)
http://www.bingkaiberita.com/modus-kejahatan-hipnotis-di-atm/
Modus Kejahatan Hipnotis di ATM- Hipnotis merupakan salah satu bentuk kejahatan yang marak muncul ditengah masyarakat baik lewat telpon, ucapan sentuhan dan berbagai macam cara yang dilakukan untuk menghipnotis orang lain ada salah satu modus lagi dari kejahatan di dunia nyata tentunya memakai hipnotis dan ini merupakan informasi yang sangat penting bagi anda yang menarik uangnya lewat ATM terdekat dari rumah anda.
Modus kejahatan ATM
Informasi ini langsung dari Group perbankan bahwa sekarang ada ulah dari penjahat yang menggunakan kejahatan memakai hipnotisnya di tempat orang mengambil uang atau di dekat ATM, Jangan percaya terhadap siapapun yang bertindak bahwa Barang Bawaan Anda ketinggalan di dekat mesin ATM padahal barang bawaan anda tidak ketinggalan di dalam ruangan tempat mengambil uang. Penjahat tersebut akan menghipnotis anda apabila anda mempercayai seseorang yang menanyakan tentang barang anda tadi dan disuruh untuk masuk kembali ke tempat mesin ATM tadi apabila anda percaya maka uang yang ada pada ATM anda akan ludes habis di bobol oleh Penghipnotis tadi. Usahakan anda berkata tidak dan langsung pergi meninggalkan ATM tadi.
Banyak kasus yang terkait dengan kejahatan memakai Hipnotis tersebut dengan sentuhan tangan pun seorang yang mau bertindak jahat akan mengancam anda dimanapun anda berada ushakan anda sebagai wanita yang glamor dan mempunyai banyak perhiasan jangan sekali kali anda memamerkan perhiasan anda yang banyak kepada orang lain karena hipnotis tersebut sekarang sudah marak dan hampir seluruh kejahatan menggunakan hipnotis ini seperti yang akan anda lihat di modus kejahatan dibawah ini melalui video youtube.
Banyak Modus kejahatan hipnotis lainnya yang belum dipaparkan dan kita perlu waspada dan berhati hati terhadap modus modus kejahatan dari Hipnotis untuk itu kita perlu melihat dan mempelajari bagaimana kita harus menangkal hipnotis tersebut dengan begitu kita tak akan mudah dan terpengaruh dari Modus kejahatan Hipnotis baik di ATM ataupun ditempat tempat lainnya (*)
http://www.bingkaiberita.com/modus-kejahatan-hipnotis-di-atm/
Polisi Gulung Komplotan Penggendam di Samarinda
Polisi Gulung Komplotan Penggendam di Samarinda
KAMIS, 23 MEI 2013 | 20:47 WIB
TEMPO.CO, Samarinda - Satuan Reserse dan Kriminal Kepolisian Resor Kota Samarinda, Kalimantan Timur menangkap delapan orang komplotan penggendam di Samarinda, Rabu, 22 Mei 2013. Mereka ditangkap saat hendak beraksi di Jalan S Parman Samarinda.
Kepala Satuan Reserse dan Kriminal Polres Kota Samarinda, Komisaris Feby DP Hutagalung mengatakan dari tangan mereka polisi menyita berbagai barang yang biasa digunakan untuk memperdaya korban. Modusnya, kata Feby, mereka menggunakan angkot sebagai sarana mencari korban untuk dilucuti barang-barnag berharganya.
"Dengan angkot mereka berpura-pura mencari penumpang untuk dijadikan korban. Awalnya mereka menawarkan barang-barang tiruan untuk menjerat korban," kata Febby, Kamis, 23 Mei 2013.
Polisi Samarinda, menurut Febby, sejak lama mencari jejak komplotan ini. Polisi pernah mendapatkan laporan dari korban sejak 10 Mei 2013 atas nama Haderah. Dia menjadi korban gendam di komplek pasar Citra Niaga Samarinda.
Awal tertangkapnya delapan orang komplotan penggendam ini setelah polisi emndapatkan laporan dari informan bahwa pelaku gendam sebanyak enam orang menunggu di dalam mobil Avanza di simpang empat vorvo Samarinda.
Dari gelagatnya, mereka akan menjalankan aksinya. Dua pelaku lainnya berada di luar mobil untuk melihat situasi. "Kami berhasil meringkus mereka pada Rabu pagi sebelum beraksi," kata dia.
Dari delapan orang tersangka, dua orang tercatat atas nama Andi, 22 tahun dan Samsudin Bin Latang (sopir angkot) yang tercatat sebagai warga Samarinda. Selebihnya ada lima orang tersangka berdomisili di Balikpapan dan seorang dari Makassar.
Polisi menyita mobil Avanza, mobil angkot dan barang-barang palsu berupa lima cincin kuning bermotif mata berlian, 2 gelang berwarna emas, satu kalung berwarna emas, kertas koran dalam amplop warna coklat. "Barang-barang ini ditawarkan kepada calon korban, setelah 'termakan' gendam mereka meroncoti barang korban dan menurunkan di tepi jalan lalau ditinggal," kata Feby.
Dari keterangan para pelaku, aksi komplotan ini sudah berjalan sejak tahun 2011 lalu. Mereka kata Feby tak ingat benar hasil dari aksi gendam yang mereka lakukan.
Febby mengungkapkan para tersangka akan dijerat dengan pasal 378 (penipuan) dan 480 (pencurian) KUHP. Polisi juga masih terus melakukan penyelidikan dan menggeledah rumah tinggal yang diduga dijadikan persembunyian serta mencari barang bukti lainnya. "Ancamannya maksimal empat tahun penjara," kata Febby.
FIRMAN HIDAYAT
http://www.tempo.co/read/news/2013/05/23/058482824/Polisi-Gulung-Komplotan-Penggendam-di-Samarinda
KAMIS, 23 MEI 2013 | 20:47 WIB
TEMPO.CO, Samarinda - Satuan Reserse dan Kriminal Kepolisian Resor Kota Samarinda, Kalimantan Timur menangkap delapan orang komplotan penggendam di Samarinda, Rabu, 22 Mei 2013. Mereka ditangkap saat hendak beraksi di Jalan S Parman Samarinda.
Kepala Satuan Reserse dan Kriminal Polres Kota Samarinda, Komisaris Feby DP Hutagalung mengatakan dari tangan mereka polisi menyita berbagai barang yang biasa digunakan untuk memperdaya korban. Modusnya, kata Feby, mereka menggunakan angkot sebagai sarana mencari korban untuk dilucuti barang-barnag berharganya.
"Dengan angkot mereka berpura-pura mencari penumpang untuk dijadikan korban. Awalnya mereka menawarkan barang-barang tiruan untuk menjerat korban," kata Febby, Kamis, 23 Mei 2013.
Polisi Samarinda, menurut Febby, sejak lama mencari jejak komplotan ini. Polisi pernah mendapatkan laporan dari korban sejak 10 Mei 2013 atas nama Haderah. Dia menjadi korban gendam di komplek pasar Citra Niaga Samarinda.
Awal tertangkapnya delapan orang komplotan penggendam ini setelah polisi emndapatkan laporan dari informan bahwa pelaku gendam sebanyak enam orang menunggu di dalam mobil Avanza di simpang empat vorvo Samarinda.
Dari gelagatnya, mereka akan menjalankan aksinya. Dua pelaku lainnya berada di luar mobil untuk melihat situasi. "Kami berhasil meringkus mereka pada Rabu pagi sebelum beraksi," kata dia.
Dari delapan orang tersangka, dua orang tercatat atas nama Andi, 22 tahun dan Samsudin Bin Latang (sopir angkot) yang tercatat sebagai warga Samarinda. Selebihnya ada lima orang tersangka berdomisili di Balikpapan dan seorang dari Makassar.
Polisi menyita mobil Avanza, mobil angkot dan barang-barang palsu berupa lima cincin kuning bermotif mata berlian, 2 gelang berwarna emas, satu kalung berwarna emas, kertas koran dalam amplop warna coklat. "Barang-barang ini ditawarkan kepada calon korban, setelah 'termakan' gendam mereka meroncoti barang korban dan menurunkan di tepi jalan lalau ditinggal," kata Feby.
Dari keterangan para pelaku, aksi komplotan ini sudah berjalan sejak tahun 2011 lalu. Mereka kata Feby tak ingat benar hasil dari aksi gendam yang mereka lakukan.
Febby mengungkapkan para tersangka akan dijerat dengan pasal 378 (penipuan) dan 480 (pencurian) KUHP. Polisi juga masih terus melakukan penyelidikan dan menggeledah rumah tinggal yang diduga dijadikan persembunyian serta mencari barang bukti lainnya. "Ancamannya maksimal empat tahun penjara," kata Febby.
FIRMAN HIDAYAT
http://www.tempo.co/read/news/2013/05/23/058482824/Polisi-Gulung-Komplotan-Penggendam-di-Samarinda
Langganan:
Komentar (Atom)